Anggota Racana Wahid Hasyim Semarang

Membangun Bangsa dengan Ber-Pramuka

Peringatan HUT RI Ke-68

Mari Wujudkan Jiwa Nasionalisme Kita

Lomba Dalam Rangka HUT Rahidhas

Ciptakan kehidupan dengan Semangat berprestasi dan Bangun Sportifitas

Stand OSPEK Unwahas tahun 2013

Tanamkan Jiwa Berwirausaha bagi Kaum Muda

Racana Wahid Hasyim Gudep 03.071-072

Wujuddkan Anggota Pramuka yang Mandiri, Intelektual dan Berkarakter

Tim PHBD Rahidhas

PHBD Kampung Akuaponik Desa Wisata Kandri

Unit Khusus PASKOBRA Rahidhas

Petugas Pengibar Bendera Racana Wahid Hasyim Semarang

Pelantikan Dewan Racana MB 2017-2018

Semangat Baru Keren, Gembira dan Asyik

Showing posts with label Goresan Tinta. Show all posts
Showing posts with label Goresan Tinta. Show all posts

Goresan Tinta :Praja Muda Karana


Salam pramuka
Wahai engkau praja muda karana
Seorang pemuda yang suka berkarya
Satya yang tak lepas dari jiwanya
Dharma yang selalu mengiringi perlakuanya

Wahai engkau praja muda karana
Pramuka bukan hanya tentang kata
Namun tentang rasa yang selalu ada
Dalam segala hal tentang kita

Wahai engkau praja muda karana
Pramuka bukan dilihat dari usia
Namun lihatlah dari pengorbanan dan kesetiaannya
Akan pengabdian dalam gerakan pramuka

Pramuka oh pramuka 
By :GGM45

SIAPKAN PRAMUKA HADAPI MEA 2015

Apa itu Masyarakat Ekonomi Asean?

Lebih dari satu dekade lalu, para pemimpin Asean sepakat membentuk sebuah pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara pada akhir 2015 mendatang.

Ini dilakukan agar daya saing Asean meningkat serta bisa menyaingi Cina dan India untuk menarik investasi asing. Penanaman modal asing di wilayah ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan.

Pembentukan pasar tunggal yang diistilahkan dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini nantinya memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi akan semakin ketat.
(http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/08/140826_pasar_tenaga_kerja_aec.shtml)

Bagaimana Arah Pendidikan Kepramukaan?

Kita semua sudah tahu kan apa itu Pramuka? Yah,, betul sekali, PRAMUKA mempunyai arti “Orang Muda yang Suka Berkarya”. Dari arti disini dapat kita ilhami bersama bahwa sebagai seorang Pramuka kita suka dengan melakukan sesuatu yang dapat menghasilkan sesuatu. Sesuatu itu dapat bermacam-macam, yang jelas kearah pendidikan dan pembangunan nasional.

Jika kita tinjau bersama, Gerakan Pramuka didirikan mempunyai tujuan, yaitu :

a. Setiap Anggota Pramuka memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, berkecakapan hidup, sehat jasmani, dan rohani;

b. Setiap Anggota Pramuka menjadi warga negara yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam lingkungan. (Sumber : Wikipedia)

Selanjutnya, Bagaimana untuk mencapai tujuan tersebut? Nah ini dia, setiap anggota Pramuka di didik dan bina oleh anggota Dewasa melalui kegiatan Kepramukaan. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia. Dari sini setiap Anggota Pramuka di didik untuk mempunyai Karakter, sikap mental, dan Kecakapan hidup (keterampilan) untuk menghadapi permasalahan-permasalahan yang ada, bahkan untuk masa yang akan datang.

Hadapi MEA 2015

Sebagai seorang Pramuka, kita tidak perlu minder dan takut dengan akan datangnya MEA 2015. Karena kita adalah Praja Muda Karana yang memiliki budi pekerti luhur, yang menjunjung tinggi budaya warisan bangsa, serta memiliki kecakapan hidup/ daya saing. Oleh karenanya ada hal yang perlu kita persiapkan sejak Dini, diantaranya :

a. Sikap Mental (Attitude), ini adalah hal yang penting yang harus dimiliki sebagai seorang Pramuka. Dengan sikap mental yang kuat, apapun yang akan kita hadapi, seberat apapun yang kita hadapi, seorang pramuka tak akan mudah mengeluh dan putus asa. Nah bagaimana Attitude itu bisa didapatkan? Mudah, hanya butuh waktu untuk latihan, karena attitude itu merupakan integrasi antara hati dan akal yang dapat membentuk setiap individu menjadi sosok pribadi yang kuat, berani, dan tidak meninggalkan apa yang menjadi kewajiban dan tanggungjawabnya.

b. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Hal yang penting selanjutnya adalah IPTEK. Seorang Pramuka harus terus berjuang untuk menuntut ilmu, tidak hanya tentang Kepramukaan. Dan lebih bagus lagi apabila teori kepramukaan yang ada di integrasikan dengan IPTEK yang ada, sehingga terbentuk Pramuka yang berilmu pengetahuan dan berteknologi namun tidak meninggalkan budaya warisan bangsa, dengan kata lain dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada seorang pramuka dapat menjaga kemurnian ideologi bangsa Indonesia.

c. Kreatifitas dan Seni, hal ini juga tidak kalah pentingnya dengan Attitude dan IPTEK. Seorang pramuka harus mempunyai kreatifitas yang tinggi, agar mempunyai daya saing yang tinggi juga. Kreatifitas ini merupakan integrasi antara cipta, rasa, dan karsa. Cipta merupakan kemampuan pikiran untuk menciptakan sesuatu yang baru. Rasa, merupakan pengindraan terhadap sesuatu yang dirasakan oleh hati. Karsa merupakan daya (niat) yang kuat untuk melakukan sesuatu. Dan seni disini adalah sebagai tolak ukur Estetika, atau nilai keindahan dari kreatifitas tersebut. Sehinga dengan kreatifitas dan seni, seorang pramuka mempunyai kecakapan atau keterampilan hidup untuk memenuhi tantangan hidup.

Dari ketiga hal tersebut dapat dicapat dengan mudah apabila seorang pramuka benar-benar mengilhami dari pada kode etik kepramukaan, yaitu Satya dan Dharma Pramuka.

Dengan Demikian kita tidak perlu takut dan minder, apalagi bingung akan datangnya MEA 2015. Karena kita sudah mempunyai apa yang harus di siapkan dan dipersiapkan, dan untuk selanjutnya diamalkan, setelah itu hasilnya kita pasrahkan kepada Keagungan Tuhan YME. (kgms)



Islam Damai

Akhir-akhir ini dunia sedang terjadi guncangan yang bisa dibilang luarbiasa, khususnya di Indonesia. padahal tak lama Indonesia baru juga terguncang dahsyat dengan berbagai letusan gunung berapi, namun akhir-akhir ini bukanlah berupa hal semacam itu melainkan guncangan moral dan keimanan.
Sudah tak asing lagi ditelinga kita, ada sekelompok orang yang mengatasnamakan dari Agama Islam yang berjihad di jalan Allah. sudahkah anda mengupdate berita terbaru itu? dan apa beritanya? ya benar sekali, kelompok itu disebut dengan ISIS (Iraq Syiria Islamic State). ISIS ini bisa dibilang kelompok lama yang baru muncul atau beraksi. Belum jelas asal usul yang sebenarnya, namun sepertinya terdapat indikasi untuk mengarah pada perpecahan agama Islam.
ISIS ini terbilang kelompok yang mengaku Islam yang sangat Frontal, ada yang mengatakan bahwa ISIS ini ingin membentuk kekhalifahan, sebagaimana yang terjadi dahulu saat Islam ada. Namun dengan dalih yang semacam itu dijaman sekarang ini sangatlah bertolah belakang, karena tindakan yang dilakukan oleh kelompok ISIS ini sudah tidak humanis, lebih mengedapankan ajaran Islam yang sebenarnya belum betul-betul dikuasai oleh kelompok ISIS tersebut.
Kita tahu bahwa Islam itu adalah Agama yang damai, tidak memaksakan kehendak, dalam kalam Allah dikatakan setiap manusia yang lahir didunia dalam keadaan Fitroh (Islam), dan tergantung pada orang tuanya akan menjadi majusi atau yahudi atau nasrani. Ini adalah Dasar yang pertama. yang kedua dalam surah al Ikhlas sangat jelas lagi bawah dalam beragama, agama apapun yang di peluk oleh setiap umat manusia diakui, namun... yang hanya di sisi Allah hanyalah Islam.
Dari ayat di atas dapat kita sedikit memaknai bahwa ajaran Islam sangatlah mengedepankan Toleransi hubungan antar sesama manusia.
Contoh kecil lagi, yang dilakukan oleh ralullah dalam menyebarkan Islam yaitu melalui Dakwah. adakah yang tahu bagaimana dakwah rasululloh?? ya benar sekali, berawal dari dakwah secara diam-diam, kemudian terbuka. Dan cara Penyampaian Rasululloh begitu lemah lembut.
Sebagaimana Islam pertama kali masuk ke Indonesia juga secara Damai, tidak ada paksaan untuk masuk Islam.
singkat kata dari sini Islam tidak pernah mengenal kata kekerasan, Islam adalah Agama yang menjunjung tinggi kedamaian, menjunjung toleransi, menjunjung tinggi pluralisme.
oleh karennanya saudara sebangsa dan setanah air serta semua yang beragama, jangan menganggap Islam itu Keras, Islam itu frontal, dan lain sebagainya, mereka hanya kelompok yang tidak mempunyai tempat di Mata Tuhan.

Langkah Tak Berarti

Seperti tak berarti,
Seluruh rangkaian tali yang tlah terikatkan pada Mu hati, tuk tidak Berpaling,

Hanya berusaha mengalihkan, keadaan yang tak mungkin,
karena banyak kecemburuan dan kesyirikan yang kan membuatmu hilang,

Tapi sepertinya kau memang benar-benar merasa hilang,
Yang tak mungkin bisa lagi untuk diriku pinang,

Terus bisakah ku perbuat apa?
Aku sudah tak kuasa,
hanya Yang Maha Kuasalah yang mampu memutarnya,

Terus tak mampu perasaan ini,
Jika harus memendam luka dalam,
Karena kenyataan yang kuterima,
Tak seperti sikapnya,

Ternyata kegelisahan selama ini,
Terbayar sudah susah,
Perjuangan, pengorbanan, tak harapkan imbalan dan pamrih,
dirusakan dengan suasana hati yang Gundah,,,

Puisi Cinta


Kala hati menggundah
tak henti rasa gelisah
selimuti hari tiada arah
Kala hati menggundah
Tak henti rasa semakin gelisah
Selimuti hari tiada marah
Semua karenamu
Apapun tanpamu
Hari kian meredep penuh
Jadikan hari meruntuh

Janji Setyaku


Meski waktu kian berbeda,
Meski keadaan kian berbeda,
Meski apapun selalu berbeda,
Aku tetap padamu,
Itu Janjiku padamu,
Kan selalu ada untukmu,
Membuatmu bahagia,
Ini janjiku,
Sumpah setyaku,
Ku akan meminangmu,
Agar kesetyaanku,
Dapat dirasa olehmu,,,

Aku Mencintaimu Dalam Diam

karya .............
Sesungguhnya yang mendatangkan rasa cinta ini, yang mendatangkan rasa kagum ini, yang memekarkan hati ini adalah dari-Nya. Sungguh aku hanya bisa menerimanya. Aku hanya bisa pasrah tertegun tak bisa mengelak atas perasaan ini padamu.
Tertegun dalam keindahan akhlakmu. Tertegun dalam manisnya lisanmu. Tertegun dalam tenangnya pandanganmu. Dan tertegun pula dalam kesejukan nasehatmu. Semua begitu sempurna, sungguh sempurna. Sesempurna sesuai firman-Nya.
Aku yang mengagumimu dalam diam. Utuh tak tersentuh. Seperti mentari yang menyapa bunga-bunga bermekaran. Tak pernah menyentuh namun cintanya terasa bagi kuntum-kuntum bunga yang sedang bermekaran itu.
Karena aku mengagumi maka izinkan aku tak mengusik khusyunya ibadahmu. Izinkan aku tak mengusik ketenangan hatimu. Tak mengapa aku tak bertegur sapa denganmu. Cukuplah bagiku menyapamu dalam doa-doaku.
Cukuplah bagiku tersenyum manis melihatmu bahagia. Cukuplah bagiku menyebut namamu dalam hamparan sajadahku.
Aku yang tersentuh akhlak muliamu, aku yang terkagum lekat dalam sikapmu, mencintaimu dalam diam mungkin lebih baik bagi diriku dan dirimu. Lebih mulia bagi perasaanku dan perasanmu. Lebih menjaga kehormatanmu. Lebih menjaga kemuliaanmu. Maka izinkan aku, hai engkau yang begitu mulia, izinkan aku mencintaimu dalamn keikhlasan karena aku tak pernah tau apakah engkau yang tercatat dalam lauful mahfudz untukku?
Karena aku tak pernah tau adakah balasan darimu untukku. Biarlah kuasa Allah yang menggerakan hatimu untukku.
Bukan karena mencintaimu dengan diam aku akan menderita. Bukan karena mengagumimu dengan diam aku akan merana.
Namun, ketika ku artikan cinta itu pada sisi kehadiran dan kebersamaan denganmu. Maka itu lah penderitaan yang sesungguhnya.
Aku yang mencintaimu dari kejauhan. Walaupun sungguh aku merasa sangat dekat denganmu.
Biarlah aku dekap rapat perasaanku ini. Biarlah aku tutup rapat hingga Allah mengizinkan pertemuan kita. Namun jika memang engkau bukan tercatat untukku. Jika memang engkau hanya hiasan duniaku yang sementara, sungguh aku yakin Allah akan menghapus cinta dalam diamku padamu. Allah akan menghilangkan perasaanku untukmu. Dia akan memberikan rasa yang lebih indah pada orang yang paling tepat. Begitulah kuasa-Nya. Begitulah Dzat yang membolak-balika n hati hamba-Nya.
“Ketika aku tak lagi terkagum denganmu, maka pahamilah jejakku.. Karena mungkin, aku pernah menulis tentangmu dan meyapa namamu dalam tiap untaian doaku”

Recent Post

Recent Posts Widget